
The environment awareness could be learned from many kinds of medias. And some kinds of them were the interactive games.
One of the interactive games we could find was “Consumer Consequences" Game produced by The American Public Media.
This game would show us how could be our consuming life style influences the other people’s life.
We would play this consumer game as same as what we were doing on our real life. And we could observe from that, how the earth could take it and kept all 6,6 billion of human being stayed alive by our consumer life style.
Let's learn from this constructive environmental game.
29 Sep 2007
Consumer Consequences: Edu-vironment Games
oleh
Syam
at
09.12
0
komentar
rubrik environment awareness
EarthRights International: Stop Violence in Burma
Photo copyright REUTERS
EarthRights International have created a petition to urge Chevron Corporation to use its influence to help stop the violence in Burma.
Learn more about EarthRights International's views
A group of Burmese Activist Stage A Protest Demonstration Against India Government's Ignorance over Current Development in Burma Democracy Movement.
It is time to support Burma Democracy Movement. No more chance for Barbaric Military Regime.
Tell Chevron To Use Its Influence To Stop the Violence in Burma. SIGN EARTHRIGHT INTERNATIONAL's PETITION
oleh
Syam
at
07.47
0
komentar
rubrik Oil Conflict, Petition, Volunteering
26 Sep 2007
Angka Merah Raport Industri Indonesia

Kantor berita Antara, baru saja merilis sebuah laporan tentang hasil survey Asian Corporate Governance Association (Asosiasi Pengelola Perusahaan Asia), sebuah asosiasi yang berpusat di Singapura.
Hasil survey asosiasi yang beranggota 582 perusahaan di Asia ini menyebutkan bahwa secara keseluruhan, perusahaan-perusahaan di Asia mendapatkan nilai buruk untuk survey kesadaran mengenai "lingkungan yang bersih dan hijau".
Bagaimana perusahaan atau industri di Indonesia?
"Perusahaan Indonesia mendapatkan nilai rendah dalam hal kesadaran lingkungan dibandingkan dengan beberapa perusahaan yang ada di Asia." [Sumber]
Mmm... Laporan ini tentu tidak mengejutkan bukan?
oleh
Syam
at
06.24
1 komentar
rubrik industri, pencemaran
25 Sep 2007
International Wildbird Photographer Awards 2007

Info singkat yang mungkin menyenangkan bagi anda yang menyukai fotografi alam bebas. Ajang "International Wildbird Photographer Awards 2007" sudah digelar dan berlangsung hingga tanggal 31 Oktober 2007.
Ajang ini terbagi dalam beberapa kategori (Categories), yakni:
- BIRDS IN BRITAIN
- BIRDS OF THE WORLD
- BIRDS IN FLIGHT
- BIRD BEHAVIOUR
- BIRDS IN THE LANDSCAPE
- BEST AMATEUR
- BEST DIGISCOPED IMAGE
- BEST PORTFOLIO
Informasi lebih lanjut dapat di baca di
http://www.photocom petitions. com/2007/ international- wildbird- photographer- awards-2007/
oleh
Syam
at
06.58
1 komentar
rubrik info singkat
19 Sep 2007
Ibu-Ibu Kembali Ke Biofuel

Harian Kompas, Senin (17 September 2007) silam, menurunkan berita salah satu kiat para ibu di Tanggerang dalam menyiasati kenaikan harga bahan pokok. Salah satunya adalah pada substitusi bahan bakar. Kelangkaan dan tingginya harga bahan bakar yang selama ini mereka pakai --minyak tanah--, membuat mereka berpaling ke jenis bahan bakar lain.
Di tengah suara-suara dari congor para pemimpin dan kaum penggiat lingkungan yang menyerukan "gunakan biofuel!", para ibu di Tanggerang menjatuhkan hatinya pada gerakan "kembali ke kayu bakar". Bukankah kayu bakar yang dalam sebutan kerennya dapat disebut "biomassa" adalah jenis bahan bakar nabati (biofuel)?
Selain itu, tentu bahan bakar --yang tak pernah dikenai subsidi pemerintah-- ini, harganya jelas lebih murah. Kompas menyebutkan salah seorang ibu hanya menghabiskan biaya sebesar Rp 20.000,- untuk membeli segerobak kayu bakar. Disebut pula, sang ibu masih membeli 2 liter minyak tanah yang digunakan sebagai penyulut api.
Entah dari mana kayu-kayu bakar itu didatangkan. Bisa saja dari sisa proyek-proyek konstruksi. Kalau begitu, sudah betul pilihan para ibu Tanggerang. Pertama memilih biofuel, kedua menerapkan konsep daur-ulang. :-D
oleh
Syam
at
04.45
0
komentar
rubrik biofuel
17 Sep 2007
Biofuel: Kata Yang Kena Telikung

Sebagai benda, bahan bakar (fuel) dapat dipakai untuk membangkitkan panas. Sebagai kata, ia juga mampu melahirkan perdebatan panas.
Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang mendera dunia, menimbulkan kenaikan harga sekaligus kelangkaan barang ini di mana-mana. Apalagi di Indonesia. Di negara yang kekayaan minyaknya sudah disembahkan pada perusahaan-perusahaan minyak asing.
Sederhananya, kondisi krisis selalu memicu manusia untuk berpikir lebih keras, lebih kreatif, lebih maju, dan lebih cepat. Krisis akhirnya berujung solusi. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap "bahan bakar fosil" (minyak bumi, gas alam, dan batubara), semua berseru satu kata; Energi terbarukan!
Energi terbarukan (renewable energy) tersedia dalam banyak pilihan. Segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan gerak yang kemudian membangkitkan energi lain dalam bentuk panas ataupun listrik, bisa masuk ke dalam keluarga energi ini. Juga segala sesuatu dapat menimbulkan panas yang berikutnya dapat diubah menjadi bentuk energi lain, entah gerak, entah listrik. Asalkan, sumber-sumber tenaga ini tersedia dalam keadaan yang senantiasa ada atau dapat diperbarui ketersediaannya.
Makanya, anggota keluarga energi terbarukan terbilang banyak. Seberoyot jika dirinci. sebut saja, matahari, angin, air (terjun), (gelombang) laut, biomassa (kayu, sampah, dll), biogas, dan terakhir tersebutlah bahan bakar nabati alias biofuel.
Bahan bakar nabati (biofuel) sebenarnya berarti segala bahan bakar yang bersumber dari nabati. Bisa minyak dari sesayur, bisa kayu bakar, bisa arang dari sekam padi, bisa briket dari ampas tebu, bisa apa saja.
Namun, kata bahan bakar nabati, akhirnya kena telikung. Bahan bakar yang secara harfiah berarti "benda yang digunakan untuk menimbulkan api atau panas" dan nabati yang berarti "berkenaan dengan tumbuh-tumbuhan" (Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer), hanya diartikan pada dua jenis bahan bakar. Biodiesel dan Ethanol.
Kedua jenis bahan bakar ini berasal dari tumbuh-tumbuhan memang. Biodiesel berupa minyak dari tumbuhan. Sumbernya bisa buah kelapa sawit, biji jarak pagar, atau kacang-kacangan. Ethanol alias ethyl alcohol, adalah nama dari satu jenis alkohol. Ia bisa dibuat berbahan jagung.
Kata biofuel diperdebatkan. Bukan hanya oleh kalangan yang peduli lingkungan hidup maupun yang tidak. Perdebatan pun terjadi antar sesama penggiat lingkungan hidup; environmentalist versus environmentalist. Biofuel diidamkan mengurangi laju pengrusakan ozon, meredam pemanasan global, dan memperbaiki lingkungan hidup. Biofuel (yang hanya diartikan biodiesel dan ethanol) juga ditengarai tak bakal memperbaiki apapun dalam konteks lingkungan hidup. Biofuel hanya jadi pemanis kemasan dalam bisnis energi. Tidak mungkin menyelamatkan lingkungan dengan membabat hutan tropis di Sumatera dan Kalimantan demi lahan perkebunan sawit.
Namun, kata ini telah terlanjur ditelikung.
oleh
Syam
at
21.06
0
komentar
rubrik biofuel
17 Agu 2007
5 Blog Lingkungan Yang Kerap Saya Kunjungi
Ada banyak tukang blog (blogger) Indonesia yang membangun blog dengan tema utama lingkungan. Bukan hanya perkara jumlah, yang jika dilacak melalui technorati saja terdapat 80 blog tentang lingkungan. Belum lagi jika dilacak dengan fasilitas lain, misalkan saja Paman Google.
Perbedaan berikutnya juga pada pemilihan sub-isu, konsentrasi wilayah atau bio-region, gaya penulisan, bahkan sudut pandang. terlepas dari perbedaan-perbedaan itu, berikut 5 blog yang (cukup) kerap kunjungi, (cukup) kerap saya nantikan pemutakhiran (updating) isi atau content yang mereka sajikan.
Sebelumnya blog ini bernama dan alamat; Blog Hidup Bersama Risiko Bencana: disasters are part of daily life, http://hidupbersamabencana.wordpress.com/. Segalanya tentang bencana di Indonesia. Pokoknya lengkap. Blog ini menjadi semacam perpustakaan saiber untuk isu bencana (dalam konteks ekologis) yang komplit.
Blog ini menempati posisi teratas dalam "234 Blog Lingkungan", sebuah penelitian pribadi Djuni Pristiyanto. Timpakul dikelola oleh komunitas penggiat lingkungan di tanah Borneo. Salah satunya Ade Fadli, yang pernah menjadi juru siar untuk isu hutan di organisasi lingkungan terbesar di Indonesia.
Timpakul terhitung konsisten menyajikan informasi aktual seputar isu lingkungan hidup di Kalimantan Timur. Tapi yang menarik minat saya, adalah tag-nya: celoteh tak penting tentang pendidikan dan lingkungan hidup.
Ditambah lagi, selalu pada pengakhiran artikel yang disajikan timpakul. Selalu saja berujung; tak penting...! Misalkan saja; tak penting politik listrik!, tak penting informasi! , tak penting tanaman konservasi!
Yang belum ada justru... Tak penting timpakul! Hehehe...
Nama blog ini sesuai dengan nama pemiliknya; Dewa Gumay. Ia seorang penggiat lingkungan kelahiran Palembang, Sumatera selatan. Blog ini dibangun Dewa ketika ia bertugas sebagai juru siar di Walhi Aceh. Karenanya, blog ini banyak menyajikan informasi seputar lingkungan hidup di ranah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Ini blog menarik. Dodolipet, pemilik blog ini adalah pemerhati lingkungan yang selalu berusaha mempelajari hal-hal baru yang berhubungan dengan energi alternatif, cara menghemat energi dan lingkungan hidup. Saya suka blog ini karena berhasil mengemas isu lingkungan menjadi lebih ringan, enak dibaca (dan perlu -- niru slogan majalah Tempo :-) ).
Ya tentu saja blog saya sendiri lah. Paling tidak sehari sekali, saya kunjungi blog ini. Tentu saja ketika sedang ada fasilitas berinternet. Kalau sedang di kebun... ya, tidak! :-)
Nah, meniru kebiasaan Ade Fadli... Tak penting Antubanyu!
Bagaimana dengan anda?
oleh
Syam
at
04.52
2
komentar
rubrik rupa-rupa, ulasblog [blog-review]